Resensi Mother Keder
Judul : Mother Keder -Emakku Ajaib Bener-
Penulis : Viyanthi Silvana
Penerbit : Bukuné
Tebal : x + 222 halaman
Cetakan : November 2008
Warna Buku : Merah
Tempat Terbit : Jakarta
Pembuka Resensi
Mother Keder- Emakku Ajaib Bener adalah kumpulan cerita seorang anak dengan ibunya yang benar-benar “ajaib”. Ada dua puluh delapan kelakuan ajaib si Mami yang bikin tertawa sampai rahang kram. Mulai dari cara unik ngebangunin anaknya, ngejar orang buat diajakin ngobrol berjam-jam, sampe bikin pernikahan anaknya kacau balau.
Bagi penyuka humor gokil, yang mantap gilak, dan sungguh natural, bukan disengaja, tapi bawaan dari lahir, buku ini adalah bacaan yang tepat untuk hal tersebut. Selama membaca lembar demi lembar buku ini, bibirku nggak pernah lepas dari yang namanya ketawa. Mulai dari sekedar senyum-senyum nggak jelas sampai ngakak dengan mata yang berair. Buku ini benar-benar sangat menghibur.
Kisah hidup lucu dari penulisnya, sedari kecil hingga dewasa, yang disebabkan oleh seorang paling berjasa sekaligus paling gokil dalam hidupnya, nyokapnya. Ada banyak cerita dalam buku ini. Ada cerita tentang ke-katro-an sang nyokap ketika belanja di Singapore dan menggunakan hape, kekreatifan sang nyokap yang selalu bisa membuat baju daur ulang bagi anak-anaknya dan mendandani sepeda anaknya dengan berbagai macam buah-buahan ketika lomba sepeda hias, pernikahan adik si penulis yang jadi sebuah acara unforgottable karena sang nyokap tercinta, dan berbagai cerita lainnya yang pastinya akan membuat tertawa dan kangen dengan ibu kita masing-masing.
Salah satu cerita yang bisa membuat aku tertawa terpingkal-pingkal adalah cerita pertama dalam buku ini, yaitu ketika si penulis dan sang nyokap wisata belanja berdua di Singapore . Sang nyokap mengira bahwa kata NEW ARRIVAL, yang sang nyokap sebut NU ARRIPAL, adalah sebuah merk pakaian. Sang nyokap menganggap hal yang percuma kalau membeli baju merk new arrival itu di Singapore, karena di Jakarta aja udah banyak dan sering dia lihat di mal-mal. Hahaha Gokil!
Belum lagi cerita tentang masa kecil si penulis yang sempat dibuat amat sangat malu oleh sang nyokap ketika lomba sepeda hias. Ketika sepeda anak-anak lain bertemakan putri dan peri-perian, sepeda si penulis malah bertemakan kebun buah yang dihiasi berbagai macam buah. Kalau mau tahu bagaimana kelucuan lain yang sang nyokap berhasil ciptakan dalam keseharian anak-anaknya. Ada juga beberapa bagian yang menceritakan tentang ke-jayus-an sang bokap yang berhasil bikin keki si penulis. Juga ada cerita tentang sang nyokap yang doyan ngejar-ngejar pacar si penulis hanya untuk ditemani ngobrol ngalor-ngidul sampai 5 jam tanpa henti.
Buku ini dibuat bukan untuk menertawakan nyokap-nyokap tercinta, tapi ada makna tersirat dalam buku ini, dimana kita diminta untuk lebih memahami setiap hal yang orangtua kita, terutama nyokap, lakukan. Mungkin hal yang memalukan, tapi ada makna di dalamnya, nyokap pengen anaknya jadi best of the best.
Profil Penulis
Viyanthi Silvana. Biasa dipanggil Vivi atau Kakak ini adalah seorang wanita yang hanya punya satu kekurangan yaitu kurang waras !
Menyelesaikan kuliah S2-nya pd tahun 2007 dan lagi pengen ngelanjutin ke jenjang yang lebih tinggi. Punya impian jadi penulis buku dan pengen punya butik sendiri, tapi terdampar sebagai karyawan di perkantoran Jakarta . Kesibukannya sekarang adlah nulis profile ini dengan ditongkrongin editor di coffee shop. Untuk lebih jauh kunjungi www.likalikuvivi.com atau www.visikomultiply.com!
Jenis Buku
Buku ini memiliki jenis cerita nonfiksi – komedi
Keunggulan Buku
Isi Buku :
Sungguh lucu dan tidak membosankan. Dalam menjelaskan perjalanan hidupnya sang penulis tidak menjelaskan dengan berbelit-belit, sehingga membuat si pembaca gak bakal bisa tarok bukunya sebelum selesai. Terutama dengan keanehan demi keanehan yang ada dalam keluarganya. Di dalam buku ini kita juga diajak agar berbakti kepada orang tua dan keluarga, terutama Sang Emak walaupun sering kali berbuat kejengkelan kepada kita.
Bahasa :
Penggunaan Bahasa dalam buku ini sungguh kreatif. Mengembangkan imajinasi, dan sopan, walaupun kebanyakan bahasanya kebanyakan menggunakan bahasa yang gaul dan mudah dimengerti.
Kelemahan Buku
Seharusnya buku ini menuliskan synopsis ceritanya dicover belakang buku, bukan potongan cerita dari buku.
Nilai Buku
Menurut penilaian saya, buku ini sangat bagus. Buku ini membuat kita sadar akan pentingnya seorang ibu dan bikin kita sadar bahwa surga (memang) ada di telapak kaki Ibu. Dan keluarga itu sangat penting sekali dalam kehidupan kita.
Synopsis
Ini cerita tentang seorang ibu yang luar biasa dan hubungan dengan anak-anaknya. Yang semua orang bilang agak nyentrik, nyeleneh, dan penuh kejutan. Yang biasa dipanggil “Mak!” oleh Vivi. Tapi oleh teman-teman Vivi dipanggil Mami. Yang kelakuannya extraordinary, yang suka usil, yang suka iseng buat nangis anak-anaknya, dan yang suka ngejar-ngejar orang buat diajakin ngobrol berjam-jam nonstop !
Ini cerita tentang Nyokap Vivi. Yang sangat sayang sama keluarganya. Yang selalu menjadi panutan Vivi sebagai figure ibu dan istri yang hebat. Yang selalu bangun paling pagi di rumah untuk menyediakan sarapan untuk suami dan anak-anaknya. Yang selalu ngebengunin Vivi dengan segala cara yang ajaib.Yang selalu ngebawain Vivi bekal makan siang buta di kantor meskipun dengan bentuk yang unik. Yang selalu mendukung dan mendoakan semua yang Vivi lakukan.
Ini Cerita Vivi untuk semua anak yang merasa jauh dari nyokapnya. Cerita yang menunjukkan bahwa seaneh apapun nyokap kalian, mereka pasti saying dan selalu bangga dengan kalian.